Selasa, 17 Juni 2014



Cerpen
   Sarah sangat boros.Uang jajannya selalu habis sebelum akhir bulan.Tidak peduli berapa banyak uang yang diberikan mama,sarah akan menghabiskannya.Begitu juga dengan hadiah lebaran atau ulang tahun,tidak sedikitpun yang bisa di tabungnya.
       Sarah memang gemar sekali jajan.Ia akan membelanjakan uangnya untuk membeli apa saja yang menarik perhatiannya.
   Suatu hari ,Lisa membawa boneka Barbie yang sangat cantik.Teman-teman langsung saja mengerumuni Lisa.”Ini model terbaru di toko.Harganya mahal.Yang paling murah saja harganya  Rp.200.000,-“pamer Lisa.”Bonekaku rambutnya bisa disisir.Halus,kan?Ini sisir kecilnya.Bajunya juga bisa di ganti.Aku sudah punya tiga pasang.Ayo,kalian kapan mau beli?”.Tanya Lisa.
      Semakin lama, semakin banyak saja yang memuji boneka Barbie Lisa, Sarah makin cemburu mendengar pujian itu.Keesokan harinya teman-teman mengerumuni Lisa lagi.”Wah,cantik sekali boneka Barbie mu.Aku juga minta dibelikan,ah,”begitu komentar teman-teman.Sarah lalu menggigit bibirnya.”Boneka Sarah sudah banyak,namun ia belum punya boneka Barbie seperti ini,harga yang paling murah saja harganya  Rp.200.000,-“.kata teman-teman.Sarah mendengar bahwa harga boneka Barbie tersebut adalah Rp.200.000,- lalu Sarah melirik ke dompetnya,hanya ada selembar uang sepuluh ribuan yang tersisa.
    Brem,Brem,brem,brem suara mobil ayah terdengar di telinga Sarah.”ma,aku kepingin punya boneka Barbie,”rengek sarah sepulang sekolah.”Belikan,dong,ma”,paksa sarah.”kamu,kan,baru dapat uang jajan.Belilah dengan uangmu”komentar mama.”sudah habis uangnya,ma,untuk beli komik.Lagian boneka itu mahal.Uang jajanku mana cukup.Belikan dong,ma...,”sarah masih merengek.
          Mama tidak menyangka Sarah seboros ini.”sudah habis?Kamu ini boros sekali,Sarah”,Komentar mama kaget.”Kamu tidak tahu susahnya mencari uang.Uang jajanmu, kan, lebih dari cukup.Kalau kamu rajin menabung setiap bulan,pasti bisa beli boneka itu.Pokoknya,mama tidak mau membelikan.Kamu harus beli sendiri”,Saran mama.
          Sarah merengut.Keputusan mama tidak bisa diganggu gugat.Semakin hari semakin banyak saja teman Sarah yang memiliki Barbie.Mereka saling memamerkan baju dan juga furnitur mini yang lucu.Sarah Hanya bisa menggigit bibir.
            Akhirnya,liburan sekolah tiba juga.Mama mendapat ide untuk membuat Sarah sadar.Ide itu mama dapat setelah mengobrol dengan Bu Min,penjual makanan di kantin kantor mama.
           Di hari pertama liburan sekolah,mama masuk ke kamar Sarah.”Sarah masih mau beli boneka Barbie?”tanya mama.Sarah terlihat semangat.”Sarah tahu,Bu Min,kan?Yang jualan makanan di kantor kantin mama?”tanya mama.”Biasanya,di hari libur sekolah,Bu Min,kan,dibantu Dea,anaknya.Tetapi,liburan kali ini,Dea berlibur ke rumah neneknya .Kalau Sarah mau,selama liburan sebulan ini,Sarah mau membantu Bu Min jualan.Kata Bu Min,Sarah bisa membantu menyiapkan esjeruk,kopi atau susu.Di akhir bulan,Bu Min akan memberi Sarah honor.Sanggup?”,Kata mama menjelaskan.
            Sarah mengagguk cepat,Karena ia ingin sekali punya boneka Barbie.Hari-hari Sarah membantu di kantin pun dimulai.Pagi-pagi,ia harus bersiap-siap ikut mama ke kantor.Padahal biasanya,di hari libur,ia bangun siang sekali.
             Setiba di kantor,mama mengantar Sarah ke kantin pegawai.Di situ,Bu Min sudah ada.Sarah membantu Bu Min mengelap gelas,piring,dan sendok.Juga merapikan toples gula,susu,teh,dan untaian kopi-kopi sachet di meja.Tak lupa mencuci bersih jeruk-jeruk untuk es jeruk.
              Awalnya,terasa berat.Seluruh badannya pegal-pegal.Pinggang dan pundaknya nyeri.Namun,setelah seminggu,Sarah mulai menikmati pekerjaanya.Ia ikut senang bila dagangan Bu Min laku semua.Dan ikut sedih saat dagangan Bu Min laku semua.Dan ikut sedih saat melihat banyak makanan jualan yang tersisa.
              Sarah ingin, jualan Bu Min makin ramai,dan akhirnya Sarah punya ide juga.”Bu Min,Sebaiknya Bu Min menyediakan makanan kecil seperti keripik,kue pisang,atau roti juga.Kalau sore-sore,karyawan di kantor ini,pasti ingin ngemil.Kantor ini,kan,jauh dari restoran,” usul Sarah.
             Akhirnya Bu Min memutuskan juga.”Boleh.Itu usul yang bagus sekali!!”,puji Bu Min sedang.
             Sejak saat itu,kantin Bu Min juga menjual keripik,kue pisang,roti isi abon,dan juga roti isi selai.Hasilnya,Kedai Bu Min semakin ramai.Jenis minumanyya pun bertambah .Bahkan Sarah sudah bisa membuat sendiri es alvukat spesial.
             Tak terasa,sebulan telah berlalu.Bu Min senang karena keuntunganyya bertambah.”ini hadiah untukmu,karena kedai BU Min semakin laris,”Kata Bu Min ketika memberikan amplop uang.
             Setibanya di rumah,Sarah membuka amplop itu.Wuaaah,empat helai uang lima puluh ribuan.Sarah tak menyangka mendapat uang sebanyak itu.Sarah akan menceritakan hal itu pada mama.”Kata Bu Min,Sarah memang rajin dan banyak ide.Jadi,mama juga kasih hadiah ini untuk Sarah,” Kata mama sambil memberikan amplop juga.
              Sarah lalu membuka isi amplopnya dan ternyata isinya,empat helai uang lima puluh ribuan juga.Jadi,kini Sarah punya uang empat ratus ribu rupiah.”Jadi, besok kita beli boneka Barbie?”tanya mama.Tiba-tiba, Sarah merasa sayang membelanjakan uang yang susah payah ia dapatkan.
               Mendadak,boneka Barbie menjadi tidak penting.Sarah menggeleng yakin.”Sayang,ma.Uangnya lebih baik ditabung saja.Lagian boneka Sarah sudah banyak.”Kata Sarah.Mama tersenyum dan memeluk Sarah dengan bangga.
             






Tidak ada komentar:

Posting Komentar